Survei: Karyawan Khawatir Bekerja Jarak Jauh Pakai Metaverse

Dengan munculnya metaverse sebagai teknologi baru, beberapa perusahaan bereksperimen dengan membawa pekerja jarak jauh ke tempat kerja di metaverse. 

Namun, menurut survei yang diterbitkan oleh Expressvpn, pendekatan ini juga memiliki kelemahan terkait, yang menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa pekerja.  Dilansir dari Bitcoin.com, Selasa (26/7/2022), survei Expressvpn mensurvei 1.500 pekerja dan 1.500 pengusaha di AS, menemukan 63 persen karyawan khawatir tentang kemungkinan atasan mereka mengumpulkan data mereka saat bekerja di metaverse. 

Dengan cara yang sama, pengawasan juga menjadi perhatian penting, dengan 51 persen dari pekerja ini memiliki ketakutan tentang atasan mereka yang mengumpulkan data lokasi waktu nyata, dan 50 persen khawatir tentang pemantauan layar waktu nyata.

Pekerja yang lebih peduli dengan masalah ini adalah mereka yang berasal dari perusahaan dengan lebih dari 500 karyawan. Eksperimen lain telah dilakukan mengenai penggunaan teknologi metaverse untuk pekerjaan jarak jauh. 

Sebelumnya, Peneliti dari Universitas Coburg, Universitas Cambridge, Universitas Primorska, dan Microsoft Research, menemukan teknologi metaverse saat ini masih belum siap untuk mendukung aplikasi kerja jarak jauh.

Penelitian itu berjudul “Quantifying the Effects of Working in VR for One Week” atau yang berarti “Mengukur Efek Bekerja di VR selama Satu Minggu” membandingkan kinerja 16 pekerja berbeda yang mengembangkan tugas mereka di lingkungan normal dan dalam pengaturan metaverse umum selama 40 jam kerja seminggu.

Source Link